Langsung ke konten utama

Niat Jadi Relawan Covid19 Malah Begini Jadinya.... ๐Ÿ˜“

Covid 19 trennya semakin meningkat dalam beberapa minggu ini."Covid itu ada gak sih ? " inilah pertanyaan pertama bagi orang yang masih ragu dengan hebohnya pemberitaan selama ini, padahal sudah 1 tahun lebih Indonesia diserang covid ini. 

Sebelum saya menjawab pertanyaan diatas, saya ingin cerita dulu kisah saya sampai saya benar mengenal covid.

2 Minggu lalu saya dapat kabar bahwa ada penerimaan Nakes untuk perbantuan pengendalian covid19 di jakarta, dan disitu saya mendaftar diri saya, saya tidak sendirian dari aceh kami berdua yang satunya lagi adalah dokter. selang sehari setelah kami mendaftar kami dihubungi pihak Rumah Sakit untuk mengkonfirmasi bahwa kami siap untuk menjadi tenaga pengendalian covid19. 

2 Hari pasca dihubungi kami melakukan perjalanan dari Aceh ke Jakarta menggunakan pesawat terbang. saya diantar kebandara oleh munarul dan afrita.



 jam 9.10 kita take off, sempat transit di medan sebentar kemudian lanjut lagi ke Jakarta. Sesampainya dijakarta kami langsung menuju RSUD Cengkareng tempat tujuan kita, beberapa hari di RSUDCengkareng kami menginap di guest house milik RSUD Cengkareng dan melakukan test PCR, Mendapatkan Pembekalan dll. 

Setelah semua dirasa siap kami langsung diterjunkan ke ruangan perawatan pasien covid. oh yaaa RSUD Cengkareng ini adalah salah satu RS Rujukan Nasional Khusus Menangani Covid 19. Hari pertama saya dinas masih agak canggung maklum sudah hampir 4 tahun saya tidak berkecimpung di dunia rumah sakit, klinik maupun puskesmas. Untuk pertama kalinya saya memakai Hazmat. tidak terbayangkan sebelumnya begini rasanya memakai Hazmat sampai seperti ini. 

Sekitar jam 1 siang, saya meminta izin karena ada jadwal untuk vaksinasi ( 29 Juni 2021) keluhan demam yang saya rasa setelah divaksinasi ( saya rasa ini wajar) karena sudah dijelaskan nanti kalo demam minum parasetamol aja. Keosokan harinya saya masih dinas siang di ruang IGD tempat dimana calon pasien mendaftarkan diri untuk bisa dirawat. disini kita tidak memakai Hazmat namun Level 2 ( kalo tidak salah). kondisi saya masih demam dan agak pilek, namun saya kira ini efek dari vaksin.

 


Besoknya karena masih demam saya inisiatif meminta izin untuk istirahat kepada kepala ruangan IGD, namun katanya coba berobat aja dulu ke IGD dan test antigen. Antigen saya ternyata positif, setelah itu dilanjutkan pengambilan sampel darah dan photo thorak. 1 malam saya di IGD, paginya saya melakukan Swab PCR dan hasilnya juga positif. yang artinya saya Positif Covid 19. 

Buyar pikiran saya karena niat saya membantu malah menjadi beban. Awalnya saya ingin isolasi mandiri saja karena gejala saya ringan, namun tidak diizinkan dan tetap harus dirawat.



Nah untuk pertanyaan diatas tadi saya ingin sampaikan, ini opini saya yaa. Covid itu ada kok, untuk gejalanya setiap orang berbeda beda tergantung imunitas kita. Saran saya tetap patuhi protokol kesehatan, gak enak lho jadi penderita covid, baik itu gejala ringan seperti yang saya rasakan apalagi sampai gejalanya berat, pasti sangat sengsara.

yang penting kita ikhlas semoga ada hikmahnya dibalik semua ini. Allah Maha tau apa yang baik bagi kita. Rencana Allah adalah rencana terbaik, kita manusia harus bersyukur bagaimana pun kondisi kita, semoga dosa dosa yang pernah kita perbuat berguguran amiin. 


#rideforcare

#backtoners

#awakdro

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Terlibat Di Aksi Layanan Sehat LKC Dompet Dhuafa Aceh

  Aksi Layanan Sehat atau disingkat dengan ALS adalah salah satu kegiatan yang pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh tim dari LKC Dompet Dhuafa Aceh.11 September 2021 tepatnya hari jumรกt tim dari LKC Dompet Dhuafa termasuk saya didalamnya yang berprofesi sebagai perawat melakuakan aksi layanan sehat di salah satu dayah di Aceh Jaya, Tepatnya di Dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah,  Gampong Jangeut, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya . ⁣⁣Layanan yang diberikan berupa pengobatan gratis dan konsultasi kesehatan bersama dokter bagi santriwan/wati di Dayah Bahrul Ulum Diniyah Islamiyah, Gampong Jangeut, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Aceh Jaya. Jumlah Santri/Santriwati yang berobat berjumlah 106 Orang Umumnya penyakit yang dikeluhkan yaitu gatal-gatal, diare, batuk-pilek, demam, dan ada juga yang mengeluh sakit gigi. ⁣ Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dayah. Mengingat sehat merupakan modal penting untuk meningkatkan efektif

Kembali di Dunia Kemanusiaan

  Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu Alhamdulillah sekian lama menarik diri dari dunia kemanusiaan, hari ini tepatnya Jum'at 18 Desember kembali ikut berpartisipasi dalam layanan kesehatan cuma cuma yang di adakan oleh Dompet Duafha Aceh. Jadi ceritanya begini..... Rabu malam saya sedang berkendara, terdengar bunyi hp saya yang saya letakkan di saku celana, spontan saya angkat saja ternyata kawan saya "Nuzul" yang juga pernah menjadi relawan di Lombok. biasa lah pertama nanya kabar, apa kegiatan, dll. singkatnya setelah menjelaskan maksud dan tujuan Nuzul bertanya "bagaimana, bisa ikut bergabung di aksi layanan sehat yang diadakan oleh dompet dhuafa?" singkatnya saya jawab bisa insyaallah nanti kalo udah sampai di matangglumpang dua boleh hubungi saya (karena posisi domisili saya untuk sekarang di kabupaten bireun). besoknya dapat kabar diundur menjadi hari Jum'at kegiatannya karena ada sedikit kendala persiapan. Kamis malam Tim yang berangk