Persiapan Touring Touring 2021


 B
ismillahirarahmanirrahim 

Cita cita untuk touring ini sudah sangat lama saya idam idamkan, tepatnya tahun 2007 tepatnya setelah menyelesaikan pendidikan profesi, namun pasca itu saya belum siap untuk berangkat baik secara finansial dan juga belum ada kesempatan. Namun Alhamdulillahnya tepatnya tahun ini saya bisa merencanakan kembali dengan baik dengan tujuan awal menghadiri acara Gatering Nasional V-Riders Indonesia bertempat di Pasuruan, Jawa Timur. dan masih sangat ingin melanjutkan perjalanan ke NTB karena saya sangat ingin berkendara dengan kendaraan motor yang saya bawa langsung dari Aceh ini. Alhamdulillahnya setelah kegiatan saya melanjutkan perjalanan saya ke NTB dikarenakan budget yang saya siapkan masih sangat cukup saya pikir waktu itu dan saya sedang tidak terikat kontrak kerja dengan siapapun. Adapun tujuan ke NTB memang cita cita saya pasca menyelesaikan pendidikan dan perjalanan kesana sekaligus saya niatkan untuk mengunjugi kawan kawan Relawan (relawan gempa lombok tahun 2018).

Untuk persiapan secara umum untuk perjalanan ini tidak membutuhkan energi besar, saya hanya mengecek kondisi motor sendiri dan  1 minggu sebelum rencana berangkat saya hanya mengganti oli motor serta memasang box yang sudah lama saya tidak dipakai. dengan kondisi motor yang saya anggap prima dan fisik yang mempuni insyaallah saya sangat yakin dengan perjalanan ini.

Dengan persiapan yang sangat tidak repot saya fixkan perjalanan ini harus jadi. perencanaan awal antara tanggal 2 atau 3 Februari, namun tanggal 2 saya belum selesai untuk packing maka saya undur menjadi tanggal 3 Februari 2021.

Tepatnya siang tanggal 2 februari 2021 saya mendapatkan kabar duka melalui group wa V-Riders Indonesia, salah satu dari rombongan yang akan berangkat ke acara gatering nasional mengalami kecelakan di perbatasan jambi - sumsel yang mengakibatkan salah satu dari saudara saya meninggal dunia dan satu lainnya mengalami patah tulang serta ada penggumpalan darah di otak. Sedih, bingung, takut, pemikiran saya mulai campur aduk dan hanya doa yang bisa saya berikan semoga almarhum diterima disisiNya. 

 
 

Malamnya saya masih ragu untuk berangkat sambil tetap saya mempersiapkan pakaian yang akan saya bawa (dalam pikiran saya jika memang paginya saya masih ragu maka saya batalkan perjalanan ini). Paginya setelah istirahat saya yakinkan perjalanan ini harus tetap saya lakukan, karena pun niat saya baik dan juga ajal kita sudah Allah atur. bismillah paginya saya berangkat dengan tidak memakai rompi di tanah sumatera sebagai bentuk rasa duka terhadap almarhum. Alfatihah......

Cukup dulu postingah hari ini ... 

Komentar